Nama : Elsa Dwi Juliana Tanggal Praktikum : 30 Maret 2010
NRP : A34080016 Bahan Tanaman : Cabang Acalypha sp.
Mayor : Proteksi Tanaman Asisten : 1. Vitria Melani (G34050386)
Kelompok : 5 (Lima) 2. Risa S. W. (G34062569)

Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Laju Transpirasi

Tujuan Praktikum:
Mempelajari pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadap laju transpirasi, yaitu jumlah daun, sirkulasi udara, cahaya, dan jumlah stomata.

Pendahuluan:
Transpirasi dapat dikatakan proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. Transpirasi berlangsung melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar, yaitu melalui pori – pori daun yakni melalui stomata, lubang kutikula, dan lentisel oleh proses fisiologi tanaman. Selain itu juga transpirasi terjadi melalui luka dan jaringan epidermis pada daun, batang, cabang, ranting, bunga, buah, dan bahkan akar. Cepat lambatnya proses transpirasi ditentukan oleh faktor-faktor yang mampu merubah wujud air sebagai cairan ke wujud air sebagai uap atau gas dan faktor-faktor yang mampu menyebabkan pergerakan uap atau gas. Transpirasi dalam tanaman atau terlepasnya air melalui kutikula hanya 5-10% dari jumlah air yang ditranspirasikan di daerah beriklim sedang. Air sebagian besar menguap melalui stomata, sehingga jumlah dan bentuk stomata sangat mempengaruhi laju transpirasi (Salisbury&Ross.1992).
Dalam proses ini, ketika air menguap dari sel mesofil, maka cairan dalam sel mesofil akan menjadi semakin jenuh. Sel-sel ini akan menarik air melalu osmosis dari sel-sel yang berada lebih dalam di daun. Sel-sel ini pada akhirnya akan menarik air yang diperlukan dari jaringan xylem yang merupakan kolom berkelanjutan dari akar ke daun. Oleh karena itu, air kemudian dapat terus dibawa dari akar ke daun melawan arah gaya gravitasi, sehingga proses ini terus menerus berlanjut. Proses penguapan air dari sel mesofil daun biasa kita sebut dengan proses transpirasi. Oleh itu, pengambilan air dengan cara ini biasa kita sebut dengan proses tarikan transpirasi dan selama akar terus menerus menyerap air dari dalam tanah dan transpirasi terus terjadi, air akan terus dapat diangkut ke bagian atas sebuah tanaman (Lakitan, 2007).
Kegiatan transpirasi dipengaruhi banyak faktor, baik faktor dalam maupun luar. Faktor dalam antara lain besar kecilnya daun, tebal tipisnya daun, berlapis lilin atau tidaknya permukaan daun, banyak sedikitnya bulu pada permukaan daun, banyak sedikitnya stomata, bentuk dan letak stomata (Salisbury&Ross.1992) dan faktor luar antara lain kelembaban, angin, suhu, cahaya, dan kandungan air tanah, jumlah daun, dan jumlah stomata. Besar bukaan stomata maka daya hantarnya akan semakin tinggi. Pada beberapa tulisan digunakan beberap istilah resistensi stomata. Dalam hubungan ini daya hantar stomata berbanding dengan resistensi stomata ( Cambpell, 2003 ).

Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan Jumlah Air yang Ditranspirasikan
Perlakuan Air yang ditranspirasikan (ml/detik)
1 2 Rata-rata
Laboratorium 0,2 0,55 1,25.10-3
Kipas angin 1 0,9 3,17. 10-3
Cahaya 0,6 1 2,67.10-3
Kipas angin dan cahaya 1 0,8 3,00.10-3
½ jumlah daun 1 1 3,33. 10-3

Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, diperoleh data bahwa laju transpirasi pada tanaman yang diberi perlakuan dengan kipas angin menunjukkan nilai yang lebih besar daripada perlakuan laboratorium (kontrol). Terjadi kesalahan pada perlakuan ini, karena nilai laju transpirasi pada perlakuan kipas angin seharusnya lebih rendah daripada tanaman kontrol. Karena Angin mempunyai pengaruh ganda yang cenderung saling bertentangan terhadap laju transpirasi. Angin menyapu uap air hasil transpirasi sehingga angin menurunkan kelembaban udara diatas stomata, yang akan mengakibatkan tanaman kehilangan neto air dalam jumlah yang lebih tinggi. Namun jika angin menyapu daun, maka akan mempengaruhi suhu daun. Suhu daun akan menurun dan hal ini dapat menurunkan tingkat transpirasi.
Pada perlakuan selanjutnya, yaitu perlakuan dengan cahaya lampu, menunjukkan data bahwa nilai laju transpirasi tanaman dengan perlakuan cahaya lampu lebih tinggi dari kontrol namun lebih rendah dari perlakuan dengan menggunakan kipas angin. Hal ini juga terjadi kesalahan karena laju respirasi tanaman dengan perlakuan cahaya lebih tinggi daripada tanaman dengan perlakuan kipas angin. Hal ini terjadi kerena ketika ada cahaya, daun yang dikenai cahaya tersebut langsung akan mengabsorbsi energi radiasi melalui stomata maka stomata akan membuka sebagai respon dari meningkatnya pencahayaan. sehelai daun yang dikenai cahaya matahari langsung akan mengabsorbsi energi radiasi. Hanya sebagian kecil energi tersebut yang digunakan dalam fotosintesis, selebihnya diubah menjadi energi panas. Sebagian dari energi panas tersebut dilepaskan ke lingkungan, dan selebihnya meningkatkan suhu daun lebih tinggi daripada suhu udara disekitarnya. Naiknya suhu membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban, maka transpirasi meningkat dan barangkali bukaan stomata pun terpengaruh.
Tanaman dengan perlakuan kipas angin dan cahaya menunjukkan nilai laju transpirasi yang cukup tinggi (lebih tinggi dari perlakuan dengan kipas angin dan lebih rendah dari perlakuan dengan cahaya lampu). Hal ini terjadi karena ketika tanaman diberi cahaya lampu, maka suhu daun akan meningkatkan dan membuat udara lebih lembab yang mengakibatkan transpirasi meningkat. Namun di sisi lain, perlakuan dengan kipas angin yang menyebabkan angin menyapu daun akan mengakibatkan suhu daun akan menurun dan hal ini dapat menurunkan tingkat transpirasi.
Pada perlakuan terakhir, yaitu perlakuan dengan hanya menyisakan setengah daun dari jumlah daun awal pada tanaman, menunjukkan nilai laju transpirasi yang paling tinggi diantara perlakuan yang lainnya. Dalam hal ini juga terjadi kesalahan. Seharusnya nilai laju transpirasi yang dihasilkan cukup kecil (lebih kecil dari kontrol), karena uap air berdifusi melalui stomata, sehingga dengan pemotongan ½ daun akan mempengaruhi jumlah stomata yang akibatnya laju transpirasi semakin lambat, seperti yang diungkapkan oleh Salisbury dan Ross ( 1992 ) yang menyatakan bahwa stomata terletak dimana epidermis memungkinkan terjadinya pertukaran gas antara mesofil dan udara luar. Kebanyakan air yang hilang secara uap air dari suatu daun dari dinding epidemis karena dalam yang besar dan mesofil yang berdekatan dengan rongga-rongga dibawah stomata dan hilang ke udara melalui stomata.
Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada beberapa percobaan yang telah dilakukan dapat terjadi karena beebrapa hal, seperti adanya faktor-faktor luar yang dapat mempengaruhi laju transpirasi, dan waktu yang digunakan kurang tepat. Seperti pada perlakuan cahaya, laju transpirasi yang diperoleh tidak begitu tinggi karena pada ruangan praktikum terdapat kipas angin yang dinyalakan, baik yang berada di ruangan, maupun yang digunakan oleh kelompok lain, sehingga dapat mempengaruhi laju transpirasi tanaman yang sedang diujicobakan Hal sebaliknya terjadi pada percobaan dengan perlakuan kipas angin, dimana tanaman yang diujicobakan mendapatkan efek cahaya lampu dari kelompok lain yang sedang melakukan percobaan dengan perlakuan cahaya lampu.

Kesimpulan
Laju transpirasi dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan yang masing-masing faktor memiliki pengaruh yang berbeda-beda. Pada faktor cahaya, dapat mengakibatkan laju transpirasi meningkat. Sedangkan faktor angin menyebabkan laju transpirasi mengalami penurunan. Adanya perlakuan dengan mengurangi jumlah daun pada tanaman yang diujikan, mengakibatkan laju transpirasi yang dihasilkan lebih rendah.

Daftar Pustaka
Cambpell, N. A. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Jakarta: Erlangga.
Lakitan, B. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Salisbury dan Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan. Bandung: ITB Press.

Jawaban Pertanyaan
1. Jika yang digunakan pada percobaan ini adalah batang berakar, maka laju transpirasi akan semakin tinggi. Karena dengan adanya rambut-rambut akar, penyerapan air akan semakin cepat. Hal ini sesuai dengan fungsi akar yaitu untuk menyerap air, sehingga laju transpirasi yang dilakukan oleh tanaman pun akan lebih tinggi.
2. Ketika air menguap dari sel mesofil, maka cairan dalam sel mesofil akan menjadi semakin jenuh. Sel-sel ini akan menarik air melalu osmosis dari sel-sel yang berada lebih dalam di daun. Sel-sel ini pada akhirnya akan menarik air yang diperlukan dari jaringan xylem yang merupakan kolom berkelanjutan menuju daun, sehingga air pada photometer akan bergerak menuju cabang tanaman. Oleh karena itu, air kemudian dapat terus dibawa dari ke seluruh tubuh tumbuhan melawan arah gaya gravitasi, sehingga proses ini terus menerus berlanjut.
3. Pengaruh tiap faktor lingkungan, yaitu:
- Daun yang dikenai cahaya akan mengabsorbsi energi radiasi melalui stomata maka stomata akan membuka sebagai respon dari meningkatnya pencahayaan yang berakibat suhu daun meningkat. Naiknya suhu membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban, sehingga transpirasi meningkat.
- Angin yang menyapu uap air hasil transpirasi akan menurunkan kelembaban udara diatas stomata, sehingga tanaman kehilangan neto air dalam jumlah yang lebih tinggi. Jika angin menyapu daun, maka akan mempengaruhi suhu daun. Suhu daun akan menurun dan hal ini dapat menurunkan tingkat transpirasi.
- Pemotongan ½ daun akan mempengaruhi jumlah stomata, sehingga laju akan menurun.

Comments are closed.